Tampilkan postingan dengan label #Selftalk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Selftalk. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Desember 2014

ARTIKEL: BANTULAH DIRIMU DENGAN MEMBANTU ORANG LAIN

01 ghandi-find-yourself-in-the-service-of-others1 

Diterjemahkan dari artikel: Help Yourself by Helping Others. 
Interpretasi oleh: Tubagus Arya Sencaki (Indigo Community).
 
Membantu tetangga memangkas rumput. Meluangkan waktu mengajar anak. Menjadi relawan memberi bantuan untuk korban bencana alam atau membantu bekerja di dapur umum setempat. Menyumbangkan pakaian ke tempat penampungan tunawisma.
 
Gerakan ini membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik dan manfaatnya akan kembali kepada Anda. Serta membuat Anda merasakan hidup lebih lama, lebih bahagia, dan lebih sehat.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Corporation Nasional dan Pengabdian Masyarakat (USA) menemukan hubungan yang signifikan antara kerelawanan dengan kesehatan yang baik. Laporan tersebut menunjukkan bahwa relawan memiliki umur yang lebih panjang, kemampuan fungsi tubuh yang lebih tinggi, dan angka yang lebih rendah yang mengalami penyakit jantung dan lebih sedikit yang mengalami depresi.

Ternyata, mereka yang hangat, perasaan damai yang Anda alami ketika Anda membantu orang lain, sangat bermanfaat bagi sendiri kesejahteraan Anda. Dengan kata lain aktivitas tersebut membuat hidup lebih sehat dan kehidupan yang lebih memuaskan.


K
erelawanan meningkatkan Sistem kekebalan tubuh.

Para peneliti setuju bahwa kerelawanan meningkatkan energi seseorang, rasa pemberdayaan dan harga diri. Emosi positif ini dapat memperkuat dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan produksi endorfin yang mempengaruhi suasana hati dan merangsang pelebaran pembuluh darah. Hal tersebut yang dapat menyebabkan kondisi jantung sehat.

Perasaan positif dapat meningkatkan produksi T-sel tubuh, yaitu sel-sel dalam sistem kekebalan tubuh yang membantu tubuh melawan penyakit dan pemulihan cedera dari penyakit. Emosi positif juga mendorong produksi serotonin, yaitu suatu neurotransmitter yang meningkatkan suasana hati dan mendorong perasaan baik.

"It’s Good to do Good"

Pernyataan tersebut disetujui oleh jutaan relawan yang telah melihat rasa syukur di mata seorang tunawisma yang baru saja menerima makanan; pada seorang anak yang sangat membutuhkan sebuah pelukan; atau pada sebuah keluarga yang butuh tempat untuk bermalam setelah badai tornado menghancurkan rumah dan segala sesuatu di dalamnya.


Meditasi dapat Meningkatkan Manfaat Membantu Orang Lain. Salah satu alasan bahwa membantu orang lain sangat bermanfaat adalah bahwa hal tersebut dapat meningkatkan perasaan mengharga diri. Bahkan, membantu orang lain memiliki manfaat emosional yang setara dengan melakukan meditasi.

Orang-orang yang bermeditasi cenderung lebih sadar diri dan juga lebih peka terhadap kebutuhan orang-orang di sekitar mereka. Banyak orang menemukan bahwa meditasi yang khusyuk meningkatkan kemampuan mereka untuk mengekspresikan kasih sayang untuk diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.

Sisihkan beberapa menit setiap hari untuk duduk yang tenang. Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Fokus pada yang ada di sini dan sekarang. Hilangkan semua gangguan dan pikiran negatif. Anda akan menemukan diri Anda berenergi dan merasa lebih terhubung dengan tubuh dan jiwa. Kesehatan fisik dan mental Anda akan secara otomatis meningkat ketika Anda mengembalikan keseimbangan spiritual dan emosional kepada peran Anda dalam membuat dunia menjadi lebih baik.

Luangkan waktu setiap hari, tenangkan pikiran Anda dan renungkan cara-cara untuk mentransfer energi penyembuhan Anda kepada mereka yang paling membutuhkan. Dan ingat bahwa kebaikan itu seperti bumerang, ia akan selalu kembali kepada Anda.


Temukan Cara-cara Memperbaiki Dunia Anda  

Kemungkinan besar ada banyak orang di lingkungan Anda maupun komunitas Anda yang membutuhkan bantuan. Periksalah tempat-tempat seperti panti jompo, rumah sakit, dan tempat penampungan tunawisma untuk menemukan hal-hal yang dapat dibantu di sana.

Atau cobalah berjalan-jalan di sekitar tempat tinggal Anda. Sangat mungkin ada orang di sana yang sedang berjuang dan membutuhkan uluran tangan. Berinteraksi dengan mereka dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk menyadari kebutuhan orang lain.

Sumber: http://earthweareone.com/help-yourself-by-helping-others/

Senin, 17 November 2014

SELFTALK & CONTEMPLATION: NASIHAT DI BALIK POLA ALAM


Nasihat dan renungan itu ada di mana saja, kapan saja, dan dari apa/siapa saja. Mereka ada dalam semesta, ada pada orang-orang yang berinteraksi denganmu hari ini. Mereka ada di simpang ramai jalanan, maupun pojokan sepi lembab dan kotor. Mereka pun ada ketika kamu membuka mata, ketika sedang menyetir, bekerja, ataupun ketika kamu hendak menutup mata.

Pernahkah kamu memikirkan bahwa keberadaan pola-pola alam di sekitar kita adalah sebuah contoh untuk menyikapi persoalan yang sedang menimpa kita? Seperti daun yang gugur di musim kemarau sebagai mekanisme pertahanan hidup sebuah pohon. Sebut saja itu pohon Jati (Tectona grandis).

Pohon jati menggugurkan daun di musim kemarau guna mengurangi laju penguapan uap air di tubuhnya. Sebagaimana yang kita tahu, daun merupakan dapur bagi poho yang berperan dalam proses fotosintesis. Fungsi daun amat penting bagi keberlangsungan hidup pohon tersebut. Namun pada kenyataannya daun adakalanya digugurkan.

Seperti dalam hidup, terkadang untuk mempertahankannya, kita dihadapkan pada suatu pilihan yang pelik untuk mengorbankan sesuatu yang kita anggap penting. Sebut saja kesenangan masa muda. Tak banyak anak muda yang mau mengorbankan kesenangan masa mudanya untuk menambah ilmu dan menambah kebisaan/skill. Investasi tersebut mungkin tidak langsung dirasakan, namun akan dirasakan manfaatnya setelah dewasa

Semua pelajaran tersebut ada dan tersedia menyertai hidup. Tinggal apakah kita cukup sadar untuk dapat merasakan keberadaannya itu. Dan sebesar apa kemauan kita untuk menyadari bahwa Tuhan telah berkata kepada kita lewat ciptaannya. Ada renungan di balik hal-hal yang (mungkin) kita anggap remeh dan tak berarti. Namun sejatinya itu kembali kepada mindset dan paradigma kita dalam memandang hidup.


#SekadarKontemplasi

CHRONOMETRY: MEET AND BOOK-SIGNING ICO'S NEW BOOK


Minggu siang di Lippo Karawaci, saya menyempatkan diri untuk bertemu dengan salah seorang sahabat dan juga tim di INDIGO COMMUNITY, Ricardo Marlianno (Ico). Momen sebentar ini saya manfaatkan untuk ngobrol tentang situasi komunitas, semacam mini review tentang divisi yang dia pegang (Marcomm). Dan maksud utama ketemuannya adalah untuk book-signing buku terbarunya, Modern Spellbook.

Buku ini adalah satu dari karya yang cukup saya nantikan sejak awal tercetusnya ide penulisannya. Karena saya tau effort dan kendala yang dihadapi Ico saat proses penulisan hingga pencetakan yang sangat menantang. Termasuk keputusannya untuk menghandle sendiri semua proses penciptaan karyanya. Oleh karena itu dari segi produksi, publikasi, branding, dan pemasaran dilakukan sendiri secara online.

Harapan besar tercurah kepada pemerintah baru RI untuk dapat memajukan industri kreatif dan mengkaji ulang regulasi penerbitan dari para penerbit agar dapat berpihak kepada insan-insan muda berbakat di Indonesia.

Momen ini bagi saya sarat akan nilai persahabatan dan untuk memberikan motivasi agar terus berkarya.

Sejujurnya saya sangat appreciate dengan rekan-rekan muda yang aktif berkarya dan menelurkan manfaat bagi diri dan orang banyak. Menelurkan ide dan memfokuskan energi serta waktunya kepada hal-hal yang membangun.

#IndonesiaGo!

Minggu, 28 September 2014

QUOTE: You want something, go get it. Period!

”Don’t ever let someone tell you, you can’t do something. Not even me. You got a dream, you got to protect it. People can’t do something themselves, they want to tell you "you can’t do it". You want something, go get it. Period.”


Quote is taken from The Pursuit of Happyness.

Jumat, 12 September 2014

SELFTALK: ANAK MUDA, GALAU, DAN BERSYUKUR

Anak muda galau, itu biasa. Karena memang waktunya salah-salahan, supaya jatah salahnya habis di usia tua. That's mean banyak-banyak belajar di usia muda supaya menjadi pribadi dewasa yang handal kelak.

Menjadi anak muda yang bersemangat, ini luar biasa dan keren. Karena ketika yang lain banyak mengeluh dan galau, dia mampu menyebarkan energi positifnya lewat semangat yang dipancarkan. Dan jangan salah, semangat itu menular.

Gimana caranya?
Kalau kita baca artikel-artikel motivasi ada banyak cara untuk tetap bersemangat, be positive, aktif, dan menarik, tapi sebenarnya kunci dari semua itu adalah bersyukur.


Mengapa bersyukur?
Karena salah satu bentuk rasa terima kasih untuk hidup ini adalah dengan menjalaninya dengan hal-hal bermanfaat. Dan supaya bisa menjalani hal-hal yang bermanfaat, kita gak boleh berlama-lama jatuh dan demotivasi.


Dengan kata lain, bersemangat menjalani hidup adalah salah satu bentuk bersyukur atas nikmat hidup.

Live your life with grateful things...

Minggu, 07 September 2014

SELFTALK & MOTIVATION: TIGA KEBIASAAN BAIK UNTUK MASA DEPAN LEBIH BAIK

Kita kerap kali khawatir akan masa depan, apakah yang itu yang berkaitan dengan karier, bisnis, maupun cinta. Permasalahannya biasa berangkat dari pertanyaan "Akan seperti apa karierku nanti?" atau "Apakah nanti usahaku bisa sukses?", atau pun "Apakah kekasihku nanti akan setia kepadaku?".

Pertanyaannya apakah masa depan ada yang pasti?
Ada! Yaitu masa depan bagi mereka yang sikapnya tidak menginginkan masa depan. Sikap demikian misalnya, suka menyepelekan yang sederhana.

Hal-hal sederhana kelihatannya kecil dan remeh, namun berdampak besar terhadap masa depan. Seperti ikhlas memanfaatkan waktu untuk belajar (baik itu membaca maupun praktik dalam masyarakat); membangun silaturahmi dengan tetangga, rekan kerja, maupun client; dan bersedekah.


1. Silaturahmi


Silaturahmi berarti tali persahabatan atau tali persaudaraan, sedangkan makna bersilaturahmi yaitu mengikat tali persahabatan. Mengikat tali persahabatan dapat kita lakukan kapan saja waktunya, dan tidak boleh diputuskan, bahkan harus dilanjutkan oleh anak dan keturunan.

Dalam Islam, Allah berfirman "Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (Q.S An-Nisaa' : 1). Menurut hadits Rasulullah SAW (dalam Hadits Riwayat Bukhari), Allah SWT akan melapangkan rezeki bagi mereka yang menyambung tali silaturahmi. Allah juga akan memanjangkan umur kepadanya.

Sebagaimana telah disebutkan dalam Al Quran, bahwa Allah telah berjanji bagi siapa yang menjaga tali persaudaraan maka akan dilapangkan rezeki kepada mereka. Mustahil Allah mengingkari janji-Nya.

Bersilaturahmi menjadi penting dalam karier, bisnis, dan cinta, karena rezeki datang bukan hanya dari faktor usahanya dan produk akhirnya saja, namun juga datang dari relasi dan kepercayaan yang dibangun.


2. Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu atau belajar amatlah penting, karena merupakan jalan untuk membuka wawasan dan keterampilan dalam menjalani hidup. Tiap sesuatu diperlukan ilmu untuk mengerjakannya. Semakin banyak ilmu yang dipelajari seseorang, semakin banyak hal-hal yang dapat ia kerjakan.



Dalam dunia karier, seseorang akan semakin bernilai harganya seiring semakin banyaknya ilmu dan skill yang dimilikinya. Hal tersebut mutlak adanya karena Allah telah berjanji dalam surat Al-Mujaadilah ayat 11 “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

Rasulullah pun bersabda  
"Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya, dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula, dan barang siapa yang menginginkan keduanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula" (HR Bukhari dan Muslim).

Dengan ikhlas memanfaatkan waktu untuk belajar, berarti kita telah berusaha untuk menaikkan kelas kehidupan kita. Belajar punya banyak cara, bisa dengan membaca textbook, berdiskusi, mapun lewat pelatihan-pelatihan.


3. Bersedekah

Sebenarnya kita sadar bahwa sedekah amat penting bagi masa depan kita. Namun dalam praktiknya kita sering lalai dan lupa mengenai sedekah dan bentuk-bentuk sedekah yang dapat kita lakukan.

Sedekah memiliki manfaat yang banyak, beberapa diantaranya adalah menambah rezeki, menolak bala bencana, mengubah takdir, dan menentramkan hati.




Dan Allah berfirman:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Taubah:103).


Rasulullah Saw bersabda:
“Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian.”
“Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturrahmi dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah).”
“Bersegeralah untuk bersedekah sebab yang namanya bala’ tidak akan pernah mendahului sedekah.”


Sedekah tidak menjadikan harta kita berkurang, tapi justru akan bertambah berkah di mata Allah. Selain itu, sedekah menjadikan orang yang bersedekah mendapat lindungan Allah pada hari kiamat, dihilangkan kesulitannya, menjadi obat, pelindung dari api neraka, memadamkan murka Allah dan menjauhkannya dari su’ul khatimah, mempererat persaudaraan, menambah umur, mengalirkan pahala sekalipun sudah wafat, menghapuskan dosa, mampu menolak bencana, dan masih banyak lagi faedah sedekah.


Dengan mengerjakan ketiga hal tersebut, mudah-mudahan Allah mencerahkan masa depan kita, serta menjadikan kita pribadi yang semakin bermanfaat. Aamiin.


Sabtu, 06 September 2014

MOTIVATION: KEKUATAN VISUALISASI DALAM MERAIH CITA-CITA


Sedikit berbagi pengalaman yang behubungan dengan kekuatan visualisasi mimpi.

Saya memiliki rekan kerja di Dimension Data Indonesia, yang telah berusia di atas 40 tahun, bernama Lie Surya.

Beliau memiliki hobi yaitu lari (tapi bukan lari dari kenyataan, hehehe). Suatu ketika karena keisengan yang luar biasa dan memang saat itu dapat ide, saya buatkan foto manipulasi wajah Pak Surya yang ditempelkan pada foto seorang finisher Triathlon.

Sebenarnya tidak ada pikiran macam-macam tentang gambar ini, sekadar lucu-lucuan dan menyalurkan hobi tentang dunia digital narcissistic. Maka jadilah manipulasi foto seperti yang ada di samping kanan kita ini.

***


Waktu berlalu kurang lebih 1 tahun. Dan siang itu ketika makan siang Pak Surya bercerita dengan bangganya bahwa beliau telah mengikuti kompetisi triathlon di Melbourne, Australia.
Menjadi seorang Finisher dalam ajang Triathlon adalah impiannya sejak menggeluti dunia lari. Beliau pernah beberapa kali mengikuti ajang yang sama namun belum kunjung berhasil menang.

Foto manipulasi yang satu tahun yang lalu saya berikan kepada dia ternyata digunakannya untuk inisiasi saat latihan. Sebelum latihan, beliau melihat foto tersebut dan membayangkan bahwa ia akan finish dalam waktu yang disediakan. Hal itu dilakukan berulang2 tiap memulai latihan. Walhasil akhirnya mimpinya terwujud, beliau berhasil finish dengan perolehan waktu 16 jam 7 menit, dengan batas waktu 17 jam.

"This picture makes my vision vivid and clear. And I happy to see it before exercise” katanya kepada saya saat itu.


Oleh karena itu, baik rasanya membagi hal ini kepada rekan-rekan sekalian. Bahwa dengan memperjelas impian melalui visualisasi adalah satu cara mendekati realisasi itu sendiri. Dengan visualisasi membuat impian maupun target menjadi jelas.





Perjelas target hidup serta apapun yang ingin diraih. 
Biarlah Tuhan yang meng-acc, tugas kita hanya "berlari" menuju target tersebut.

Wish your day wonderful ...



Minggu, 31 Agustus 2014

SELFTALK: BERSYUKUR DAN LAW OF ATTRACTION



Foto di atas adalah gambar seorang anak dari Syiria yang baru saja mendapatkan sumbangan kaki palsu. Di dalam foto terlihat betapa senangnya ia mendapatkan pemberian tersebut. (Sumber foto: 9gag.com).

Semoga kita menjadi pribadi yang bersyukur atas segala yang telah kita miliki. Karena dengan bersyukurlah pintu-pintu rejeki dan nikmat lainnya dibuka.

Maka dalam doa kita, mulailah dengan bersyukur atas segala nikmat yang ada. Karena Allah telah berjanji akan menambah nikmat kepada siapa pun yang bersyukur. Mustahil Allah mengingkari janji-Nya.

Atau kalau berdasarkan konsep Law of Attaction-nya, joy will attract joyness, happy will attract happiness. Atau dapat dikatakan sesuatu akan menarik hal-hal yang lain yang serupa.

Bila memulai sesuatu dengan ratapan kira-kira akan menarik apa ya?
Mulailah dengan bersyukur.

SELFTALK: FILOSOFI TEH POCI

Kawan, pernahkah kau mencicipi teh poci asli Tegal?

Bagi yang belum pernah,
Teh ini agak unik, karena penyajiannya teh ini diberi gula batu.
Bukan di poci tehnya, melainkan di gelas tehnya langsung.

Apa efeknya?
Efek yg paling terasa adalah, teh poci akan terasa pahit & panas pada awalnya,
Karena gula batu di dalam gelas belum tercampur dengan teh.

Akan tetapi lama kelamaan, tehnya berubah menjadi manis & segar seiring berjalannya waktu.

Mungkin hal ini sejalan dengan filosofi hidup org jawa,
Bersusah-susah dahulu (sepet, pahit & panas)...
Baru, bersenang2 kemudian (segar & manis)...

Tetapi kalau kita lihat lagi,
Tiap2 unsur teh poci mengandung filosofi hidup tertentu.

Gula batu (manis), dapat melambangkan kesenangan & obsesi dlm hidup.
Teh di dalam poci (pahit & panas), melambangkan kesulitan & cobaan hidup.

Kalau Anda ingin manis (seluruh kesenangan), apakah Anda langsung bisa makan gula batu???
Niscaya gigi anda akan remuk seketika =)

Gula batu juga perlu diseduh dengan teh yang pahit & panas khan, agar dapat dinikmati dengan layak?

Begitu juga bila Anda ingin "kesenangan" hidup.
Anda akan lebih menghargai nikmat yang Anda punya (gula) saat Anda pernah "diseduh" dengan panas & pahitnya cobaan hidup (teh poci).

Anda perlu lihat, teh poci pun tidak bisa langsung di minum saat baru di seduh.
Dia "butuh waktu" untuk siap diminum.

Begitu juga dengan "kebijaksanaan" hidup Anda.
Dia perlu waktu untuk terbentuk sempurna.
Dia perlu manisnya & pahitnya kehidupan, ditambah dengan waktu yang tepat untuk membentuk.

Ada sahabat bertanya, berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk meminum "teh poci" saya (waktu untuk menumbuhkan kebijaksanaan)?

Mungkin jawabnya...
Tergantung seberapa Anda bisa "sadar" dengan keadaan hati Anda, dengan proses Anda, dengan keheningan Anda...

Karena seperti tulisan di suatu karya sastra lama...
"Bukan maksudku berbagi nasib...Karena nasib adalah keheningan masing-masing" 
(Aku - Chairil Anwar).

MOTIVATION: KETIKA DUKA ITU DATANG




Orang yang dilanda duka selalu ber­usaha untuk menghindarkan rasa duka itu dengan berbagai macam hiburan berupa kesenangan maupun hiburan, baik hiburan berupa kesenangan maupun hiburan berupa pelarian diri kepada filsafat-filsafat atau petuah-petuah yang menghibur. Atau ada pula yang menyerah dan takluk membiar­kan dirinya tenggelam ke dalam duka sampai menjadi putus asa, bunuh diri menjadi gila dan sebagainya. Namun, segala macam pelarian tidak mungkin membebaskan kita dari duka. Mengapa?

Karena duka adalah kita sendiri. Duka adalah kita, yang ingin melarikan diri itu pula. Duka tidak terpisah dari kita sen­diri, takkan dapat kita tinggalkan, ke manapun kita melarikan diri. Jika kita menutupinya dengan berbagai hiburan, baik hiburan badaniah maupun batiniah, maka penutupan itu hanya sementara saja. Si duka masih ada, kadang-kadang menyelinap ke bawah sadar dan selalu menghantui kehidupan kita.

Lalu bagaimana agar kita benar-benar terbebas dari pada duka? Terbebas dari pada kecewa?
Tanpa menyerah dan tak­luk?

Pertanyaan ini perlu kita ajukan kepada diri kita masing-masing, karena tanpa menyelidiki hal ini sedalam-dalam­nya, kehidupan kita akan selalu penuh dengan kecewa dan duka sepanjang hidup, hanya dengan adanya kesenangan sekilas lintas sebagai selingan lemah saja.

Kecewa bukanlah akibat dari peris­tiwa di luar diri, melainkan seuatu pro­ses dari penilaian pikiran atau si AKU.

Pikiran membentuk suatu gambaran ten­tang diri sendiri, yaitu si AKU. AKU yang selalu menginginkan hal-hal yang menyenangkan. Keinginan-keinginan untuk senang ini kalau tidak tercapai akan menimbulkan kekecewaan.
Keinginan-keinginan itu dapat juga dinamakan harapan-harapan berlangsungnya sesuatu yang telah ter­jadi. Pikiran atau gambaran si AKU ini tak terpisahkan dari kenang-kenangan akan kesenangan yang menimbulkan ikat­an kuat sekali.

Si AKU terikat erat dengan kesenangan, baik kesenangan badani maupun rohani, dan kalau ikatan itu putus, akan menimbulkan rasa sakit. Kalau kesenangan dijauhkan dari si AKU, maka si AKU merasa sakit, kecewa, dan duka. Lalu si AKU pula yang menilai bahwa duka amat tidak enak, maka si AKU pula yang berusaha melarikan diri dari kecewa dan duka itu, dengan ber­bagai macam hiburan lahir maupun batin. Padahal, sang suka itu ya si AKU itu juga, yang agar tidak ingin duka. Dengan begini, tercipta lagi suatu keinginan lain, yaitu ingin tidak duka! Betapa berbelit-belitnya pikiran ini bekerja, betapa licinnya.

KITA akan menjadi permainannya, diombang-ambingkan oleh permain­an pikiran yang membentuk si AKU.

Si AKU selalu mengejar senang, selalu menjauh­kan yang tidak enak. Mula-mula meng­inginkan kesenangan, lalu tidak tercapai, lalu kecewa dan duka, lalu menganggap kecewa dan duka tidak enak, lalu ingin lari dari itu pula, bukan lain karena ingin agar senang, agar terlepas dari keadaan yang tidak enak itu. Dan demikian seterusnya. Padahal, justru keingin­an untuk lari dari duka inilah yang memberi pupuk dan memperkuat adanya duka! Karena memperkuat si AKU me­nambah subur keinginan-keinginan si AKU.

Habis bagaimana?
Kalau tidak melari­kan diri dari duka, kalau tidak mencari hiburan dari duka lalu apakah kita harus menerima begitu saja, membiarkan duka menenggelamkan kita?
Sama sekali tidak demikian, karena sikap “menerima nasib” ini hanya akan mendatangkan kelemahan jiwa, membuat orang menjadi frustasi dan apatis, menjadi masa bodoh! ini mendatangkan kemalasan dan mengurangi semangat atau gairah hidup!

Kalau datang kecewa?
Kalau datang rasa duka?
Pernahkah kita MENGHADAPINYA?

Bukan membiarkan pikiran sibuk sendiri, memikirkan hal-hal yang menim­bulkan, kecewa dan duka itu, melainkan menghadapi dan mengamati perasaan kecewa atau duka itu dengan penuh per­hatian, penuh kewaspadaan dan tidak lari daripadanya?

Beranikah kita mengamati diri sendiri ketika kecewa atau duka datang, mengamati tanpa penilaian baik atau buruk, tanpa keinginan melenyapkannya, melainkan hanya pengamatan saja yang ada?
Bukan si aku yang mengamati luka, karena kalau begitu, tentu akan timbul penilaian dan tanggapan dari si aku dan kita kembali terseret ke dalam lingkaran setan dari permainan si AKU... lagi.... Yang ada hanya kewaspadaan saja, pengamatan penuh perhatian, tanpa pamrih apa pun melainkan hanya kewas­padaan.

Maukah dan beranikah kita men­cobanya?
Mungkin hanya inilah rahasia pemecahannya, tanpa teori melainkan harus dihayati oleh diri masing-masing.

Catatan Kham Tjahjo Purnomo
(diambil dari Serial Suling Emas dan Naga Siluman karya Kho Ping Hoo).

MOTIVATION: BAHAGIA ITU SEDERHANA, MAKA BERBAHAGIALAH

Seringkali dari kita berpatokan bahwa untuk bahagia kita harus memiliki ini, itu, begini, begitu. Kenyataannya memiliki materi dan kondisi-kondisi mudah lebih mendekatkan kita kepada hal bahagia. Namun sadarkah kita, di luar sana banyak yang memiliki materi dan kondisi tersebut dan masih urung tidak bahagia.

Lantas dimana sumber bahagia tersebut? Yes, ada di dalam mindset.
 
Ingin bahagia, maka ciptakan kondisi tersebut. Maka kebahagiaan hakiki akan datang. Berikut adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk berbahagia. Mari kita simak.


1. Tetap tenang dan berserah menghadapi kekhawatiran dan ketakutan

Perasaan takut dan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Sebagian besar hal-hal yang kita khawatirkan atau takutkan tidak pernah terjadi. Jadi untuk apa kita khawatir dan takut?


2. Memaafkan dan hindari dendam

Dendam adalah hal terbesar dan akan menjadi beban terberat jika kita menyimpannya di dalam hati. Maukah kita membawanya sepanjang hidup? Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam, sudah pasti tidak ada gunanya. Gunakanlah energi kita tersebut untuk hal-hal yang positif.


3. Selesaikan masalah satu persatu

Jika kita memiliki beberapa masalah, selesaikanlah masalah kita satu per satu. Menyelesaikan masalah sekaligus dengan kapasitas yang ada kebanyakan akan membuat kita semakin stress.


4. Tinggalkan masalah Anda di luar kamar tidur


Masalah adalah hal yang sangat buruk untuk kesehatan tidur kita. Pikiran bawah sadar kita adalah hal yang luar biasa yang dapat membuat kita gelisah dan tidur kita menjadi tidak nyenyak. Maka penting adanya tidak membawa masalah ke dalam ruang tempat kita beristirahat. Bila masalah itu ada di kantor, penting untuk tidak di bawa ke rumah.


5. Jangan Mengambil Masalah Orang Lain Untuk Anda Selesaikan

Membantu orang lain yang sedang dalam masalah adalah hal yang mulia, tetapi jika kita mengambil porsi terbesar untuk menyelesaikan masalah orang lain tersebut justru itulah kesalahan terbesar. Biarkanlah orang tersebut yang menyelesaikan masalahnya sendiri dengan porsi terbesar.


6. Hiduplah di masa kini

Mungkin terasa nyaman bagi kita mengingat hal-hal yang menyenangkan di masa lalu tetapi jangan anda terlena didalamnya. Konsentrasilah dengan apa yang terjadi saat ini, karena kita pun akan bisa merasakan banyak kebahagiaan di saat ini. Saya yakin kita akan mempunyai perasaan yang jauh lebih berbahagia jika kita merayakan apa yang terjadi saat ini dibanding dengan mengingat-ngingat kebahagiaan di masa lalu.


7. Jadilah Pendengar yang Baik

Mungkin sebagian besar orang termasuk saya susah untuk menjadi pendengar yang baik. Justru sebaliknya kita mengharapkan orang lain yang mendengarkan omongan kita, tetapi sebetulnya dengan belajar mendengarkan orang lain, kita akan mendapatkan banyak hal baru yang dapat sangat berguna bagi kebahagiaan hidup kita.


8. Jangan Biarkan Frustasi Mengatur dan Bahkan Mengacaukan Hidup Anda

Kasihanilah diri kita lebih dari apa pun, maksud saya adalah janganlah kita menyerah pada frustasi. Maju terus. Ambillah tindakan-tindakan positif dan lakukanlah dengan konsisten.


9. Bersyukurlah...

Bersyukur dan berterimakasihlah atas semua yang kita dapatkan, bukan hanya hal yang positif saja tetapi juga hal yang negatif, karena saya percaya dibalik setiap hal yang negatif tersebut ada hal baik yang bisa kita pelajari.


10. Tersenyumlah dan berfikir positif ketika memulai hari

Biasakan simpulkan senyum dan berprasangka baik untuk hari yang akan dijalani. Dua hal ini akan menginisiasi mindset untuk tetap segar dan optimis dalam beraktivitas.


Mindset yang positif akan menelurkan sikap positif. Dan sikap positif akan menarik hal-hal positif dari sekitar kita. Create your own destiny...

SELFTALK: SEBUAH RENUNGAN

Saat aku meloncat dari gedung...
Kulihat pasangan yang kutahu saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul...

Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lt. 9...

Di lt.8 Ah Mei memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya...

Di lt.7 Dani sedang minum obat anti depresi...

Di lt.6 Heng yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari...

di lt. 5 Mr. Wong yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya...

Di lt.4 Rose sedang bertengkar hebat dengan pacarnya...

Di lt. 3 pak tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya...

Di lt.2 Lily sedang memandangi foto suaminya yang sudah meninggal 6 bulan lalu...

Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang...

Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekuatirannya sendiri...

Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk...

Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku…

Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.

”Be grateful for whoever you are….coz if u compare it to others, u’ll be suprised of their secret life.”

“Bersyukurlah atas dirimu apa adanya… karena bila kamu membandingkan dengan orang lain, kamu akan terkejut dengan rahasia hidup mereka”

Sabtu, 15 Juni 2013

SELFTALK: LAW OF GRATEFUL

Rasa bersyukur adalah sebuah kekuatan untuk mencapai kedamaian jiwa. Ketika kita berterima kasih untuk semua hal yang kita dapatkan, maka kita akan menarik orang-orang baik dan hal-hal baik lainnya (bahkan lebih banyak).

Itulah mengapa semua ahli spiritual mengajarkan pelajaran yang sama, yaitu mulailah dengan rasa berterima kasih. Berbahagialah dengan apa yang kita miliki sekarang, dan sesuatu yang lebih akan datang kepada kita.



Di dalam Al Qur'an disebutkan bahwa:


"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),maka pasti azab-Ku sangat berat."(QS. Ibrahim [14]).